Senin, 11 Juni 2012

Menelusuri Bendungan Wadaslintang Wonosobo


Menelusuri Bendungan Wadaslintang Wonosobo

Bendungan-Wadaslintang-http://hargahoteldieng.wordpress.com/
Salah satu kawasan wisata milik Wonosobo adalah Bendungan Wadaslintang. Kawasan ini terletak di ujung selatan kota Asri berbatasan dengan Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Menuuju kawasan ini, dari arah Wonosobo harus melewati jalan aspal penuh kelok melewati dua Kecamatan Yakni Selomerto dan Kaliwiro baru sampai di Wadaslintang.

Jarak tempuh dari Ibu Kota Kabupaten Wonosobo membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dengan medan jalan tanjakan dan berkelok. Kendati begitu, melakukan perjalanan ke Wadaslintang tidak melelahkan, sebab sepanjang perjalanan di sisi kanan dan kiri pandangan mata kita disuguhi rimbun hijau hutan milik perhutani dan hutan rakyat, yang terlihat indah dan lestari.

Bendungan Wadaslintang dibangun oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menelan waktu cukup lama sekitar 4 tahun, yakni dimulai pada tahun 1983 tahun dan selesai tahun 1987. Kawasan ini sengaja dibangun oleh pemerintah pada saat itu untuk mencukupi kebutuhan irigasi bagi para petani di Wilayah Wonosobo dan Kabupaten kebumen yang mampu mencukupi sekitar 31634 hektar lahan pertanian. Selain itu dari Bendungan ini mampu memasok energi listrik 92 juta KWH per tahun.

Setelah menelan perjalanan sekitar 1,5 jam perjalanan sampai di Dermaga kecil yang masuk wilayah Desa Sumber Rejo. Untuk menikmati Waduk Wadaslintang, rasanya kurang afdhal apabila tidak menelusuri tiap sudut yang dimiliki. Untuk menjangkau semua wilayah itu, kita tidak perlu repot. Sebab, saban hari ada nelayan yang siap menyewakan perahu kayu dan siap memandu ke lokasi yang kita kehendaki.

Pemandangan alam yang dimiliki Bendungan Wadaslintang sungguh mempesona. Hal ini sangat terasa, saat menginjakan kaki di dermaga. Mata kita disambut hamparan air hijau jernih dikepung hutan petani.
Dengan menggunakan perahu kayu alias getek bertenaga diesel. Sepanjang perjalanan, di wilayah selatan bendungan ini terdapat banyak bangunan karamba apung. Usaha ini merupakan kerjasama antara Pemda Wonosobo bersama kelompok petani ikan Wadaslintang yang sudah berjalan sejak 3 tahun lalu. Petani nelayan banyak menghasilkan jenis ikan patin,nila merah dan jenis ikan tawar lain.

air-panas-bersih waduk wadaslintang - http://hargahoteldieng.wordpress.com/

Tedapat Pulau Kecil Ditengah Bendungan, Potensi dibangun lapangan golf dan vila
Usai melewati deretan Karamba Apung, perahu kemudian menyusuri jalan diantara dua bukit kecil. Tak berselang lama sekitar satu kilometer, terdapat pulau kecil penuh rimbun pepohonan yang bentuknya mirip ikan lele. Nelayan menjelaskan bahwa lahan tersebut selama ini belum digarap secara maksimal. Luas lahan tersebut yakni sekitar 180 hektare. Selama ini lahan yang terdapat ditengah-tengah Bendungan tersebut baru di kelola sebagai hutan hijau. Padahal, pulau kecil tersebut sangat mungkin dibangun vila atau lapangan golf, namun pemerintah Kabupaten belum punya cukup dana untuk pengembangan kawasan ini.

Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, pulau kecil itu berada di depan mata. Ditepi pulau tersebut masih cukup lestari, sepanjang perahu kayu berjalan menyusuri tepi pulau tersebu,t muncul beberapa hewan biawak yang cukup besar merayap dianntara daun hijau air. Sementara di rimbun pepohonan masih terdapat burung gagak putih yang merupakan khas kawasan tersebut.

Pengembangan wisata, pulau kecil tersebut direncanakan akan dibangun vila dan lapangan golf. Sehingga dengan penambahan fasilitas tersebut akan menambah jumlah penggunjung. Dampaknya peluang ekonomi warga sekitar bisa bertambah, karena dengan adanya tamu maka usaha jasa perahu kayu dan board akan laku, tak hanya itu jasa penginapan dan penjualan makanan oleh-oleh juga akan meningkat.

Perjalanan menuju pulau kecil tersebut rupanya belum cukup untuk mengenali kawasan potensial Wadaslintang. Sembari melanjutkan perjalanan sekitar satu jam dari pulau kecil tersebut, masih terdapat pemandangan indah dan lestari serta pemandian air hangat yang bersumber dari bumi.

Mata Air Panas Bersih Ikan Bisa Hidup
Selain Pesona alamnya yang enak dinikmati, di Kawasan Waduk Wadaslintang juga terdapat Sumber mata air panas. Selama ini potensi itu belum dikelola secara maksimal. Padahal sumber mata air itu sangat bisa dikelola menjadi pemandian air panas seperti Kalianget.

Sumber air panas berada di Desa Sumogede. Menuju lokasi ini, bisa dilakukan dengan dua jalur, yakni jalur darat dan serta melalui jalur danau menggunakan perahu bertenaga diesel. Namun menggunakan menjadi pilihan lebih menarik, karena bisa menikmati lebih banyak kekayaan pesona alam yang dimiliki Bendungan Wadaslintang, diantaranya aktivitas para nelayan yang tengah memburu ikan, para petani yang lalu lalang menuju atau pulang dari ladangnya menggunakan getek serta pemandangan hijau diantara bukit- bukit kecil dan kepakan puluhan burung gagak putih yang mempesona.
Jarak tempuh menuju Sumber Kalianget Sumogede membutuhkan waktu sekitar setengah jam dari pulau kecil ditengah Bendungan dengan menggunakan perahu bertenaga diesel. Sedangkan kalau melalui jalur darat dapat dicapai melalui Desa Kalisat yang tak jauh dari ibu kota kecamatan Wadaslintang menggunakan kendaraan atau ja ojek dengan medan jalan berkelok.

Sumber air panas yang terdapat di Desa Sumogede berbeda jauh dengan sumber air panas di Kalianget Wonosobo. Sebab, meski panas kandungan belerang atau sulfur di sumber tersebut tidak terlalu tinggi. Menariknya lagi airnya jernih dan ikan bisa hidup di air tersebut.Harga Hotel Dieng

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar