Monday, 11 June 2012

Keindahan Alam Curug Winong Kaliwiro Wonosobo



Keindahan alam di daerah Kaliwiro Wonosobo, seperti Dieng berhasil menghipnotis jutaan wisatawan yang datang. Kecantikan panorama alamnya hadir dari setiap sudutnya. Salah satu penyempurna keindahan di Kaliwiro Wonosobo adalah Curug Winong.

Sudah pernah ke Dieng tapi belum tentu pernah ke Curug Winong. Sebenarnya, belum banyak yang mengetahui keberadaan air terjun di Desa Winong, Kaliwiro, Wonosobo, Jawa Tengah ini.

Curuk Winong merupakan salah satu mutiara alam yang masih perawan di desa Kaliwiro Wonosobo. Kecantikannya memang menawan. Kalau melihat sekilas, bentuk air terjun ini seperti tempat bermain seluncur. Airnya yang jernih mengalir di dinding batu yang hitam.

Keindahan yang ada di sini semakin sempurna dengan hijaunya pepohonan dan udaranya yang sejuk. Di lokasi ini, wisatawan bisa naik ke atas batu dan melihat aliran airnya dari dekat.

Untuk menuju destinasi wisata alam ini, pengunjung bisa memulai perjalanan dari Kota Wonosobo. Perjalanan tersebut hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 45 menit ke arah selatan. Jalur yang akan Anda lewati meliputi Wonosobo, Selomerto, Balaikambang, Winongsari, dan Curug Winong. Tenang saja, akses menuju Curug Winong Kaliwiro tergolong mudah dan nyaman. Akses jalan sudah berupa aspal halus sampai TKP.

Namun, daerah ini kurang dipromosikan sehingga sangat jarang wisatawan yang datang. Sangat disayangkan, ciptaan Tuhan yang masih asli ini tidak banyak dilihat penikmat alam.

Sungguh alam ini sangatlah mempesona, masih asli, dan belum terjamah proyek-proyek manusia. Selain itu, untuk masuk ke Curug Winong Anda tidak perlu merogoh kantong terlalu dalam. Tiket masuknya saja hanya Rp 1.000 per orang dan Rp 2.000 untuk parkir sepeda motor.

Menelusuri Bendungan Wadaslintang Wonosobo


Menelusuri Bendungan Wadaslintang Wonosobo

Bendungan-Wadaslintang-http://hargahoteldieng.wordpress.com/
Salah satu kawasan wisata milik Wonosobo adalah Bendungan Wadaslintang. Kawasan ini terletak di ujung selatan kota Asri berbatasan dengan Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Menuuju kawasan ini, dari arah Wonosobo harus melewati jalan aspal penuh kelok melewati dua Kecamatan Yakni Selomerto dan Kaliwiro baru sampai di Wadaslintang.

Jarak tempuh dari Ibu Kota Kabupaten Wonosobo membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dengan medan jalan tanjakan dan berkelok. Kendati begitu, melakukan perjalanan ke Wadaslintang tidak melelahkan, sebab sepanjang perjalanan di sisi kanan dan kiri pandangan mata kita disuguhi rimbun hijau hutan milik perhutani dan hutan rakyat, yang terlihat indah dan lestari.

Bendungan Wadaslintang dibangun oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menelan waktu cukup lama sekitar 4 tahun, yakni dimulai pada tahun 1983 tahun dan selesai tahun 1987. Kawasan ini sengaja dibangun oleh pemerintah pada saat itu untuk mencukupi kebutuhan irigasi bagi para petani di Wilayah Wonosobo dan Kabupaten kebumen yang mampu mencukupi sekitar 31634 hektar lahan pertanian. Selain itu dari Bendungan ini mampu memasok energi listrik 92 juta KWH per tahun.

Setelah menelan perjalanan sekitar 1,5 jam perjalanan sampai di Dermaga kecil yang masuk wilayah Desa Sumber Rejo. Untuk menikmati Waduk Wadaslintang, rasanya kurang afdhal apabila tidak menelusuri tiap sudut yang dimiliki. Untuk menjangkau semua wilayah itu, kita tidak perlu repot. Sebab, saban hari ada nelayan yang siap menyewakan perahu kayu dan siap memandu ke lokasi yang kita kehendaki.

Pemandangan alam yang dimiliki Bendungan Wadaslintang sungguh mempesona. Hal ini sangat terasa, saat menginjakan kaki di dermaga. Mata kita disambut hamparan air hijau jernih dikepung hutan petani.
Dengan menggunakan perahu kayu alias getek bertenaga diesel. Sepanjang perjalanan, di wilayah selatan bendungan ini terdapat banyak bangunan karamba apung. Usaha ini merupakan kerjasama antara Pemda Wonosobo bersama kelompok petani ikan Wadaslintang yang sudah berjalan sejak 3 tahun lalu. Petani nelayan banyak menghasilkan jenis ikan patin,nila merah dan jenis ikan tawar lain.

air-panas-bersih waduk wadaslintang - http://hargahoteldieng.wordpress.com/

Tedapat Pulau Kecil Ditengah Bendungan, Potensi dibangun lapangan golf dan vila
Usai melewati deretan Karamba Apung, perahu kemudian menyusuri jalan diantara dua bukit kecil. Tak berselang lama sekitar satu kilometer, terdapat pulau kecil penuh rimbun pepohonan yang bentuknya mirip ikan lele. Nelayan menjelaskan bahwa lahan tersebut selama ini belum digarap secara maksimal. Luas lahan tersebut yakni sekitar 180 hektare. Selama ini lahan yang terdapat ditengah-tengah Bendungan tersebut baru di kelola sebagai hutan hijau. Padahal, pulau kecil tersebut sangat mungkin dibangun vila atau lapangan golf, namun pemerintah Kabupaten belum punya cukup dana untuk pengembangan kawasan ini.

Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, pulau kecil itu berada di depan mata. Ditepi pulau tersebut masih cukup lestari, sepanjang perahu kayu berjalan menyusuri tepi pulau tersebu,t muncul beberapa hewan biawak yang cukup besar merayap dianntara daun hijau air. Sementara di rimbun pepohonan masih terdapat burung gagak putih yang merupakan khas kawasan tersebut.

Pengembangan wisata, pulau kecil tersebut direncanakan akan dibangun vila dan lapangan golf. Sehingga dengan penambahan fasilitas tersebut akan menambah jumlah penggunjung. Dampaknya peluang ekonomi warga sekitar bisa bertambah, karena dengan adanya tamu maka usaha jasa perahu kayu dan board akan laku, tak hanya itu jasa penginapan dan penjualan makanan oleh-oleh juga akan meningkat.

Perjalanan menuju pulau kecil tersebut rupanya belum cukup untuk mengenali kawasan potensial Wadaslintang. Sembari melanjutkan perjalanan sekitar satu jam dari pulau kecil tersebut, masih terdapat pemandangan indah dan lestari serta pemandian air hangat yang bersumber dari bumi.

Mata Air Panas Bersih Ikan Bisa Hidup
Selain Pesona alamnya yang enak dinikmati, di Kawasan Waduk Wadaslintang juga terdapat Sumber mata air panas. Selama ini potensi itu belum dikelola secara maksimal. Padahal sumber mata air itu sangat bisa dikelola menjadi pemandian air panas seperti Kalianget.

Sumber air panas berada di Desa Sumogede. Menuju lokasi ini, bisa dilakukan dengan dua jalur, yakni jalur darat dan serta melalui jalur danau menggunakan perahu bertenaga diesel. Namun menggunakan menjadi pilihan lebih menarik, karena bisa menikmati lebih banyak kekayaan pesona alam yang dimiliki Bendungan Wadaslintang, diantaranya aktivitas para nelayan yang tengah memburu ikan, para petani yang lalu lalang menuju atau pulang dari ladangnya menggunakan getek serta pemandangan hijau diantara bukit- bukit kecil dan kepakan puluhan burung gagak putih yang mempesona.
Jarak tempuh menuju Sumber Kalianget Sumogede membutuhkan waktu sekitar setengah jam dari pulau kecil ditengah Bendungan dengan menggunakan perahu bertenaga diesel. Sedangkan kalau melalui jalur darat dapat dicapai melalui Desa Kalisat yang tak jauh dari ibu kota kecamatan Wadaslintang menggunakan kendaraan atau ja ojek dengan medan jalan berkelok.

Sumber air panas yang terdapat di Desa Sumogede berbeda jauh dengan sumber air panas di Kalianget Wonosobo. Sebab, meski panas kandungan belerang atau sulfur di sumber tersebut tidak terlalu tinggi. Menariknya lagi airnya jernih dan ikan bisa hidup di air tersebut.Harga Hotel Dieng

Bu Sulimah, Pengusaha dari Pedalaman Kaliwiro Wonosobo


Bu Sulimah, Pengusaha dari Pedalaman Kaliwiro Wonosobo

Hari masih cukup pagi ketika Tamaddun mengkonfirmasi keberadaan wanita ini. Maklum mendekati hari pasaran pahing
(Sebuah hari pasaran dalam penanggalan Jawa) Ibu Sulimah sibuk memburu barang dagangan. Saat ini, ibu yang
berusia hampir 50 tahun ini tak di rumah, ia sedang berkeliling dari satu desa ke desa lainnya. Di setiap desa sudah ada
“anak buah” yang menerima hasil bumi dari para petani.
Pesodongan Kaliwiro, tempat Bu Sulimah tinggal sekitar 15 Km dari kota kecamatan Kaliwiro 40 Km dari Kota
Wonosobo. Di pedalaman inilah ia menjalani usaha dagang hasil bumi sejak 20 tahun silam. Tentu tidak mudah bagi ibu
rumah tangga ini untuk memulai usahanya, mengingat juga wilayah Pesodongan Kaliwiro merupakan dataran tinggi,
antara satu desa dengan desa lainnya terdiri dari bukit dan lembah. Bisa dibayangkan juga, bahwa daerah penghasil
rempah-rempah dan hasil bumi lainnya, tentu juga masih banyak hutan disana-sini.
Modal Persaudaraan dan Optimis
Perjalanan usaha ibu dua anak ini berawal ketika dirinya kembali dari perantauan di Riau Sumatera Barat. Setelah masa
kontrak habis, dirinya dan sang suami (Prawiro 55 th) memutuskan kembali. Seperti sebelumnya, ia dan suaminya juga
kembali bertani seperti orang kebanyakan di desa tempatnya tinggal. Setahun berlalu, dan di masa-masa inilah ia
melihat peluang. “Kenapa saya tidak menjadi pembeli saja, kenapa justru saya hanya menjual hasil pertanian
kami” kenangnya saat itu.
Meski belum punya gambaran seperti apa menjadi pedagang, terlebih barang-barang hasil bumi, namun berbekal
semangat yang dimiliki semuanya seolah menjadi menarik bukan menakutkan dan menyurutkan niat. Hal itu pulalah
yang kemudian membuat nenek satu cucu ini berpikir darimana uang untuk modalnya. Tali persaudaraan yang erat
membuat keinginan semakin mudah, salah seorang saudara kandungnya meminjamkan perhiasan untuk modal,
syaratnya menjelang hari lebaran bisa dikembalikan. Hitung-hitungan manual segera terbayang dalam diri Bu Sulimah,
“Ya Insya Allah saya bisa” jawabya dengan penuh semangat.
Di akhir tahun 80-an dengan modal sekitar Rp250 ribu tanpa ragu lagi ia memulai usaha. Bingung bagaimana caranya
“kulakan” barang dagangan, mencari langganan, kepada siapa dijualnya, seolah menjadi bumbu bagi
pedagang pemula. Selain kebingungan tersebut, ditambah lagi jauhnya medan yang harus ditempuh ketika
“kulakan” maupun menjual di pasar merupakan tantangan bagi ibu sembilan bersaudara ini. “Dulu
jualan saya masih kecil-kecilan mas, belum ada anak buah yang menjadi pengepul di desa, petani belum yakin apakah
harga beli saya sama dengan standar pasar, bahkan jalannya pun masih rusak dan susah dilewati” kisahnya.
Sebuah pengalaman yang menurutnya tak terlupakan hingga kini, yakni ketika mobil yang kala itu membawa barang
dagangannya hampir saja jatuh ke sisi jalan yang curam, padahal muatannya penuh, kebetulan sore itu juga hujan
deras. “Alhamdulillah, selamat. Sampai sekarang saya masih diberi kesehatan” syukurnya. Membawa
dagangan dari desa sore hari (hari Manis) untuk dijual esok harinya (hari Pahing) memang merupakan kebiasan Bu
Sulimah. Mengingat jarak yang jauh tidak memungkinkan untuk berangkat pagi hari, padahal pasar Panggotan Kaliwiro
tempatnya jualan, telah rame sejak dini hari. Karenanya, ia biasa menginap di pasar sembari menata dagangan.
Meski dulu belum punya “anak buah” sebagai pengepul di desa, dan belum punya langganan pembeli
grosiran, namun kini setiap pasaran pahing, tak kurang dari lima orang pembeli grosiran memburu habis barang
dagangannya. Mereka kebanyakan, pembeli dari beberapa kecamatan di luar Kaliwiro yang akan menjual lagi di warungwarung
atau pasar di daerahnya masing-masing.
Berawal dari Rp250 ribu, kini meski tak mau menyebut jumlah asset usahanya, setiap minggunya ia memutar modal
usaha tak kurang dari Rp10 juta. Dari modal itulah ia akan membawa muatan dagangan satu pickup penuh. Sekali
”kulakan” berisi beras, kelapa, kopi, jagung, cengkeh, pisang, kapu laga, dan rempah-rempah lainnya.
Dengan muatan yang penuh, jarak tempuh yang jauh, medan terjal, dan tenaga bongkar barang ongkos semuanya
Rp150 ribu. ”Untuk ongkosnya, mungkin lebih murah dibanding yang lain, karena kita sudah langganan
lama” jelasnya.
Hampir sama dengan pedagang lain yang tak pernah menghitung pasti secara rinci berapa omzet harian, asset atau
laba yang diperoleh, namun anak ketiga dari sembilan bersaudara ini mengaku untuk harga-harga sekarang misalnya,
harga beli Rp46 ribu/kg ia jual Rp5 ribu/kg, kopi Rp12 ribu/kg dijual Rp13-14 ribu/kg, kelapa Rp400/biji dijual Rp600/biji,
cengkih kering Rp51 ribu dijual Rp52-53 ribu/kg. Bisa dibayangkan jika setiap kali jualan, ia membawa barang satu
pickup penuh dan habis dalam sehari kira-kira berapa keuntungannya. Rasanya, sebanding dengan upaya keras yang ia
kerjakan.
”Saya gak pernah maksa-maksa pada petani mas, saya yakin jatah rezeki sudah diatur, yang penting selama ini
saya berusaha semaksimal mungkin menjaga hubungan kekeluargaan, saya menganggap semuanya adalah kebutuhan
petani. Saya kasihan kalau sampai mereka menunggu saya datang sedang mereka sudah butuh uang, makanya saya
perbolehkan mereka ambil uang dulu pada anak buah saya di desa” ujar ibu yang murah senyum ini.

Tak Hanya Sekedar Membeli
Barangkali cara yang diterapkan oleh Bu Sulimah itulah yang kemudian hingga kini menjadikan banyak petani di wilayah
Pesodongan Kaliwiro ”jatuh hati” padanya. Banyak diantara mereka yang rela menunggu kedatangan Bu
Sulimah, mereka tidak menjual pada pedagang lain apalagi orang luar yang biasanya juga datang untuk membeli.
”Saya sudah kadung enak mas, kalau Bu Imah boleh minta uang dulu dan barangnya dikasih setelah saya
panen, kalau pembeli lain gak boleh mas” terang Sutarmi, salah seorang petani desa Beran Kaliwiro.
Meski niatan awal ingin menolong para petani, namun ditengah jalan tak jarang juga Bu Sulimah pernah mendapat
pengalaman berharga. Tepatnya ketika ada beberapa petani atau penjual yang ternyata tidak menjual barang hasil bumi
kepadanya, melainkan kepada orang lain. ”Justru kalau ada petani yang suka gak jujur, saya malah jadi
pengalaman mas. Saya jadi tahu orang yang mana saja yang sebenarnya menyambut baik niatan saya, yang perkataan
mereka sama dengan hati dan perbuatannya” jelas Bu Sulimah. ”Saya si gak mau marah-marah soal
seperti itu, barangkali memang belum rejeki saya tapi rejeki pedagang yang lain” tambahnya.
Siapa menyangka jika ibu satu cucu ini ternyata lulusan PGA (Pendidikan Guru Agama). Kebanyakan dari teman-teman
seangakatannya lebih memilih guru sebagai profesi yang memang menjadi bidangnya. Tetapi tidak demikian dengan
dirinya, alasannya sederhana, kurang tertarik. ”Gak tahu mas, meski sekolah di PGA tapi rasanya tak ada
bayangan ingin jadi guru, saya malah sekarang lebih menikmati jadi pedagang” ujar Bu Sulimah.
Ibu yang energik ini ternyata punya strategi khusus untuk terus melanggengkan hubungan dengan para petani,
”anak buah”, maupun pembelinya di pasar Panggotan Kaliwiro. Saling menjaga kepercayaan,
persaudaraan, telaten, jujur, sabar dan manis ulate (berucap dengan manis dan santun). Darimana kira-kira strategi ini
berasal? Bukan dari pelatihan atau seminar, bukan pula dari hasil membaca buku. Semuanya itu ia peroleh dari
perjalanan panjangnya meniti karir sebagai pedagang selama 20 tahun. Mulai dari pengecer sampai pemborong, atau
malah bisa jadi kini sebagai “juragan”.
Awal Perkenalan dengan TAMZIS
Bisa menjadi anggota Ijabah (Investasi Berjangka Mudharabah) di TAMZIS sama sekali tak terbayangkan sebelumnya.
Tahun 1999 ketika TAMZIS membuka layanan di Kaliwiro Bu Sulimah masih aktif menjadi anggota di sebuah Bank
Konvensional, “Saya ditawari menabung oleh seorang karyawan TAMZIS yang murah senyum dan
“nyedulur”. Saya pun tertarik karena sikap baiknya itu. Tak tahunya, sekarang malah saya
mempercayakan semuanya pada TAMZIS, saya memindahkan semua tabungan saya di bank umum, bahkan niatan
saya sejak lama untuk berhaji baru kesampaian sekarang itupun lewat TAMZIS” jelas ibu yang telah terdaftar
sebagai Jemaah haji tahun 2012 ini.
Perjuangan panjang untuk mencapai kesuksesan sampai sekarang bukan berarti melalaikan kewajiban yang lain.
Urusan rumah, kegiatan sosial dengan tetangga, dan terlebih kaitannya dengan ibadah selalu diutamakan. Dihari
dimana ia tak turun ke desa untuk “kulakan” ia biasa gunakan untuk ngaji bersama jamaah ibu-ibu.
Kedua anaknya kini telah mapan, putra sulungya telah berkeluarga dan tinggal di Riau, sedang si sulung yang lulusan
akademi kebidanan juga telah kerja. Walaupun belum ada gambaran siapa penerus usaha, namun ia berharap dimasa
mendatang ia bisa memberikan manfaat yang lebih kepada para petani di desa, dan diberikan kesehatan untuk bisa
melaksanakan ibadah haji.

kaliwirogrind.blogspot.com

Sunday, 10 June 2012

kata kata lebay kaliwiro

::Di antara jemarimu, diciptakan ruang kosong, agar ada tempat untuk diisi oleh jemariku.

::Kamu ga pernah bisa kuusir dari pikiranku. Ya udah, mungkin tempatmu emang di sana.

::Ketika kamu menutup diri, aku tau bukan untuk membuatku pergi. Kamu cuma ingin tahu, apakah aku cukup kuat untuk membukanya.

::Memikirkanmu, aku jadi malas tidur. Soalnya, hidupku kini jauh lebih indah dari impian manapun.

::Gimana kalo kita berdua jadi komplotan penjahat: Aku mencuri hatimu, dan kamu mencuri hatiku…

::Mereka bilang waktu akan mengobati semuanya.Masalahnya, tanpa kamu disini, waktu seperti berhenti.

::Katanya orang bisa jadi bodoh karena cinta, tapi aku ngga peduli itu. Aku cuma mikir, betapa bodohnya mantanmu, yang berhenti mencintaimu.

::Aku ngga bisa janjiin cinta kita berakhir bahagia, karena aku hanya punya cinta yang ngga akan berakhir

::Ayolah tinggal sesukamu di dalam hatiku. Janji, aku ngga bakalan nagih uang kontrakan.

::Plis aku butuh bantuan kamu. Soalnya, kunci buat membuka pintu kebahagiaanku, ga tau napa, ada padamu.

::Pertama ketemu, aku takut ngomong sama kamu. Pertama ngomong sama kamu, aku takut kalau nanti suka sama kamu. Udah suka, aku makin takut kalau jatuh cinta. Setelah sekarang cinta sama kamu, aku jadi bener2 takut kehilangan kamu. Kamu emang menakutkan!

::Kalau kamu nanya mana yg lebih penting buat aku: hidupku atau hidupmu, aku bakal jawab hidupku. Eits, jangan marah dulu, karena kamulah hidupku.

::Ga usah janjiin bintang dan bulan untuk aku, cukup janjiin kamu bakal selalu bersamaku di bawah cahayanya.

::Kalau kamu ajak aku melompat bareng, aku ngga bakalan mau. Mending aku lari ke bawah, bersiap menangkapmu.

::Berusaha melupakanmu, sama sulitnya denganmengingat seseorang yangtak pernah kukenal.

::Kalau suatu saat kamu hancurkan hatiku… akan kucintai kamu dengan kepingannya yang tersisa.

::Sempet bingung jg, kok aku bisa senyum sendiri. Baru nyadar, aku lagi mikirin kamu.

::Kalau kamu nanya berapa kali kamu datang ke pikiranku, jujur aja, cuma sekali. abisnya, ga pergi2 sih!

::Tadi malam aku kirim bidadari untuk menjaga tidurmu. Eh, dia buru-buru balik. Katanya, Ah, masa bidadari disuruh jaga bidadari?

Posted by : Kaliwiro Narsiz Bersama ( kaliwirogrind.blogspot.com )

kaliwiro gombalan cinta

Kata Kata Gombal Romantis merupkan jurus - jurus jitu seorang Raja Gombal menggobal seorang wanita catik , biasaya  Kata Bijak Cinta ini sangat ampuh dalam membat hati wanita yang anda menjadi jatuh cinta kepada anda kelepk klepek kayak ikan kekeurangan air hahahaha, cara menggombal yang benar dikasi sedikit Kata gombal kepada wanita yang anda cintai sudah beberapa lama dan kelihatan memiliki respon balik baru dihajar alias di tembak dari pada penasaran silakan dibaca dulu , berikut Kata Kata Gombal Cinta


cowok : "eh eh....kamu sakit gak?"
cewek : "sakit kenapa? aku nggak sakit kok"
cowok : "o ya? kan kamu barusan jatuh dari langit..."

cowok : "eh eh, kamu punya kunci apa aja?"
cewek : "emmm, aku ada kunci rumah, kunci motor, kunci inggris, kunci pas, kunci L...emang kenapa? kamu mau minjem?"
cowok : "emmm....tapi, ada nggak kunci yang bisa membuka hatimu?"

cowok : "eh eh, malam ini di langit ga ada bulan ya?"
cewek : "masa sih? o iya, kok bisa ya?"
cowok : "iya, soalnya dewi rembulannya ada di sini, lagi ngobrol sama aku"

cowok : "kamu capek nggak?"
cewek : "nggak sih..kenapa emang?"
cowok : "abis kayaknya kamu capek gitu..abis lari2 ya?"
cewek : "hmm...nggak juga tuh..emang aku keliatan kayak orang capek ya?"
cowok : "iya..aku tau kamu capek kok..soalnya kamu kan abis lari-lari di pikiranku..."

cowok :"bisa kita jadi teman aja?"
cewek :"loh, kita kan emang teman..kamu gimana sih?"
cowok : "tapi, gimana bisa jadi teman aja kalo hati ini berdebar-debar setiap ngeliat kamu?"

cowok : "kamu punya kompas nggak? aku pinjem donk"
cewek : "ada nih...buat apa? kamu mau naik gunung ya?"
cowok : "nggak...aku tersesat di hatimu..."

cowok : "kamu punya payung ga?"
cewek : "loh, emang kenapa? kan ga hujan.."
cowok : "ni hujan kok.."
cewek : "ih, matarinya terang gitu kok..."
cowok : "bukan hujan air...tapi hujan cintamu terlalu deras"

cowok : "aduhhh kepalaku pusing banget neh.."
cewek : "kenapa?"
cowok : "soalnya kamu berputar-putar terus di kepalaku..."

cowok : "aduh gigiku sakitttt..."
cewek : "kenapa?? kebanyakan makan permen kamu tuh"
cowok : "nggak kok..."
cewek : "trus? kenapa kok bisa sakit?
cowok : "soalnya kamu manis bangettt..."

cowok : "bapakmu pilot ya?"
cewek : "nggak tuh...emang kenapa?"
cowok : "aneh..."
cewek : "kenapa sih????"
cowok : "soalnya kamu pinter banget diajarin melayang-layang di hatiku..."

cowok : "aneh banget sih..hmmm..gak biasanya....kok bisa ya..."
cewek : "apanya sih yang aneh??"
cowok : "ini lho...kok bisa sih kamu ga ada sayapnya??"
cewek : "loh, aku kan emang ga punya sayap..."
cowok : "emang ada bidadari yang gak punya sayap ya??"

cowok : "eh eh, kerasa gak ada gempa barusan?"
cewek : "nggak tuh...perasaanmu aja kali"
cowok : "oh, ternyata cuma hatiku saja yg bergetar kencang karena ada kamu"

cowok : "kamu suka tanaman ya?"
cewek : "nggg...iya, suka banget...emang kenapa?"
cowok : "karena cintamu, merindangi hatiku"

cowok : "hujannnn...plisssss....jangan berhenti....plissss....ya ya ya...jangan berhenti...."
cewek : "kok malah doain ujannya jangan berhenti?? aku kan gak mau keujanan..."
cowok : "gak apa apa..paling nggak nanti biar hatiku yang memayungi hatimu"

cowok : "aduh.. serem banget?"
cewek : "apanya?"
cowok : "petirnya..."
cewek : "mana? aku kok ga denger??"
cowok : "petirnya nyamber-nyamber di hati tauk tiap liat kamu!"

cowok : "rasanya semua jam pengen aku rusakin"
cewek : "kenapa?"
cowok : "rasanya semua tempat pengen aku gelapin.."
cewek : "aahh..kamu ni, ngelantur.."
cowok : "gimana gak ngelantur, tiap detik itu berharga tau.."
cewek : "iya aku tau..."
cowok : "apa lagi kalo sama kamu..."

cowok : "hmm...malam ini ga ada bintang"
cewek : "iya nih...."
cowok : "tau ga kenapa ga ada bintang malem ini?"
cewek : "kenapa emang?"
cowok : "kan semua bintang ada di mata kamu"

cewek : "halo? kamu di mana?"
cowok : "aku lagi sibuk nih"
cewek : "sibuk apa sih?"
cowok : "sibuk mikirin kamu.."

cowok : "tiap malem, aku jalan-jalan"
cewek : "malem-malem? jalan-jalan ke mana kamu malem-malem gitu???"
cowok : "di hatimu...."

cowok : "eh, pinjem tanganmu dong..dua-duanya"
cewek : "hah buat apa?"
cowok : "udah, sini deh tanganmu"
cewek : (mengulurkan tangan)
cowok : "buka telapak tanganmu"
cewek : "kamu mau ngasi apa sih?"
cowok : "aku titip hatiku ya..."

cowok : "eh, kalo ada maling, kamu telpon ke mana ya?"
cewek : "110 dong"
cowok : "kalo ada kecelakaan?
cewek : "ambulans? 118 lah"
cowok : "kalo mau nanya informasi?"
cewek : "108 dong"
cowok : "kalo kamu kesepian, kamu boleh kok telpon aku"

cowok : "waktu kamu lahir, pasti ada hujan badai disertai petir"
cewek : "ah sok tau kamu..."
cowok : "pasti bener tuh..."
cewek : "masak?? emang iya?"
cowok : "pasti..soalnya surga pasti menangis sedih malaikat tercantiknya turun ke bumi"


CINTA ITU HARUS MEMILIKI. KALAU TIDAK MEMILIKI BUKAN CINTA NAMANYA! KARENA
TIDAK ADA ORANG YANG IKHLAS ORANG YANG KITA CINTAI BERSAMA DENGAN YANG LAIN

CINTA TAK HARUS MEMILIKI. KARENA KETIKA KAMU TULUS MENCINTAI, KEBAHAGIAAN ORANG YANG KAMU CINTAI LEBIH PENTING DARI KEBAHAGIAANMU SENDIRI.

If u miss someone, that means you're lucky. It means u had someone special in your life, someone worth missing.

A relationship with God is the most important relationship you can have.

MENGAGUMIMU ADALAH KEINDAHAN MATAKU, TAPI DAPAT MEMILIKIMU ADALAH KEINDAHAN HATIKU

Menunggu itu tidak terlalu buruk, ketika kamu telah mengetahui pasti apa yang kamu tunggu. Jangan Menunggu  YangTak Pasti

Tidak peduli seberapa sederhanya dan ketidakjelasan kamu. tapi bagi aku kamu adalah kesempurnaan yang memiliki kejelasan.

SESAKIT-SAKITNYA KAMY DIKHIANATI, MASIH BAGUS KARENA BUKAN KAMU YANG BERKHIANAT!

Aku begitu benci mencintai kamu, karena aku tidak tahu siapa yang kamu cintai

Aku tidak ingin seseorang yg mencintai aku ketika aku sedang memiliki segalanya Aku ingin seseorang yang mencintai aku ketika aku tidak memiliki apapun! Karena jika ia mencintai aku dari nol, ia juga dapat mencintai aku ketika aku lebih dari nol ketika aku memiliki segalanya!

Untuk mengetahui kamu jatuh cinta " hal yang paling sulit untuk kamu katakan adalah selamat tinggal

Cinta oh cinta. Mengapa kamu melewati pintu aku ? Beritahu aku jika kamu kembali biar nanti aku akan membuka pintu ini untuk kamu! BuatSeseorang 

Postted by : Kaliwiro Narsiz Bersama ( kaliwirogrind.blogspot.com )

kaliwiro google

danang kaliwiro rendo kaliwiro ahmad kaliwiro anggit kaliwiro fajar kaliwiro ceper kaliwiro narsis bersama kaliwiro wonosobo jawa tengah 56364 google kaliwiro wonosobo banjarnegara jawa tengah indonesia

Tuesday, 5 June 2012

danang kaliwiro

danang kaliwiro